Nggak Nyangka, Polusi Ternyata Bisa Jadi Penyebab Penuaan Dini!

Kamu tentu tahu, bahwa penuaan dini dapat dipicu oleh beberapa faktor. Mulai dari faktor internal hingga eksternal. Nah, faktor eksternal yang paling umum adalah dampak dari pengaruh lingkungan. Salah satunya adalah polusi udara, atau yang biasa disebut sebagai polluaging. Untuk memahami berbagai hal terkait polluaging, yuk simak penjelasan berikut ini.

1. Apa Itu Polluaging

Meski belum dipahami oleh banyak orang, ternyata polluaging adalah salah satu penyebab paling besar terjadinya penuaan dini. Sesuai namanya, Polluaging merupakan gabungan dari kata “pollution” dan “aging”. Sehingga polluaging merupakan proses atau tanda-tanda penuaan dini yang dipicu oleh dampak buruk polusi udara. Polusi udara bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari bermotor, asap pabrik, asap pembakaran, debu, dan kotoran. Ini dikarenakan polusi udara mengandung polycylic aromatic hydrocarcons yang dapat memicu produksi radikal bebas ketika bersentuhan dengan kulit. Radikal bebas inilah yang berdampak dalam merusak sel-sel kulit yang sehat. Nah, ketika sel kulit rusak dan terganggu, skin barrier-mu pun akan melemah dan menyebabkan kulit menjadi tampak kusam, lebih sensitif dan rentan teriritasi.

2. Bahaya Polusi Terhadap Penuaan Dini

a. Polusi Asap Kendaraan Bermotor

Bagi kamu yang tinggal di daerah perkotaan, tentu saja asap kendaraan menjadi salah satu pemapar yang paling umum. Mengingat tingginya jumlah kendaraan yang beroperasi di daerah perkotaan. Hal yang harus kamu sadari dari polusi udara adalah zat berbahaya yang terkandung didalamnya. Ya, polusi udara mengandung zat berbahaya yang bersifat dan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan kulit. Paparan zat karsinogenik ini dapat berakibat pada kerusakan organ dan dapat menyebabkan beberapa jenis kanker, salah satunya adalah kanker kulit. Dua jenis zat karsinogenik yang terkandung didalam asap kendaraan adalah benzena dan timbal. Diketahui benzena merupakan senyawa aromatik yang berperan sebagai campuran dasar pada bahan bakar kendaraan. Nah, zat ini ikut dikeluarkan bersamaan dengan gas buang dari kendaraan. Benzena ini dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan maupun permukaan kulit. Apa yang terjadi ketika kamu terpapar kadar benzena terlalu banyak? Sedihnya, benzena yang masuk kedalam tubuh dan aliran darah dapat menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah dan juga merusak sumsum tulang. Selain benzena, asap kendaraan bermotor juga mengandung zat beracun yang bernama timbal. Timbal ini merupakan jenis logam yang dihasilkan dari proses pembuangan gas buang kendaraan. Bahayanya, logam timbal ini dapat mengendap dan terakumulasi di berbagai permukaan benda secara umum, bahkan bisa tersimpan didalam tubuh makhluk hidup, tumbuhan, dan air. Bahayanya, paparan timbal dalam kadar berlebih pada seseorang dapat menimbulkan reaksi pada aliran darah, meningkatkan risiko anemia dan mengganggu kerja saraf maupun otak. Tentu saja, kondisi kesehatan yang menurun akibat asap kendaraan bermotor berdampak langsung pada kulit. Sehingga kulit menjadi mudah kusam, tidak sehat, kehilangan kekenyalan, bahkan beresiko terkena kanker kulit.

b. Polusi Asap Rokok

Kamu atau pasanganmu merokok? Jika iya, kamu harus memahami loh apa bahaya asap rokok terhadap kesehatan kulitmu. Ya, bukan hanya asap kendaraan, asap rokok juga memiliki dampak buruk terhadap kesehatan kulitmu loh. Kandungan beracun pada rokok sangat berpotensi dalam menyebabkan masalah kesehatan kulitmu. Mulai dari merusak sel sel tubuh, kulit dan bersifat karsinogenik. Ini dikarenakan asap rokok mengandung lebih dari 250 jenis zat beracun dan sekitar 70 jenis zat yang bersifat kasinogenik. Beberapa diantaranya adalah : a. Karbon monoksida karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak memiliki rasa dan bau, namun jika terhirup dalam jumlah besar dapat menurunkan fungsi otot dan jantung. Sehingga kondisi tubuhmu akan sangat mudah lelah dan sakit, bahkan dapat menyebabkan gangguan jantung, gangguan janin,dan penyakit paru-paru. b. Nikotin Salah satu kandungan yang paling umum dikethui dalam rokok adalah nikotin. Nikotin ini memiliki efek candu seperti opium dan morfin yang dapat menyebabkan berbagai reaksi biokimia, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan. Uniknya, nikotin ini dapat terserap masuk ke aliran darah, kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, yang memicu peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Efek dari paparan nikotin ini diantaranya adalah adalah muntah, kejang, dan penekanan pada sistem saraf pusat. c. Tar Selain nikotin, rokok juga mengandung tar yang bersifat karsinogenik. Tar ini dapat mengendap di paru-paru, dan berisiko tinggi dalam menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema. Selain itu, tar juga dapat masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan. d. Hidrogen sianida Kamu tentu sering mendengar bahayanya bahaya sianida untuk tubuh manusia. Nah, rokok juga mengendung hidrogen sianida yang memiliki efek dari melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual. e. Benzena Bahan lainnya adalah Benzena. Benzena merupakan residu dari pembakaran rokokyang dapat menurunkan jumlah sel darah merah, putih dan merusak sumsum tulang. Sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, perdarahan, merusak sel darah putih, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko leukimia. Itulah beberapa jenis zat berbahaya yang terkandung didalam rokok. Tentu saja, tidak hanya berbahaya bagi kesehatan tubuh tapi juga berdampak pada kulitmu.

c. Polusi Sinar UVA dan UVB

Kita semua tahu bahwa sinar UV A dan UV B memiliki dampak yang buruk terhadap kulit. UV A dan UV B memiliki karakter yang berbeda dalam menyebabkan penuaan dini. Sinar UVA bisa merusak kulit kita lebih dalam dan menyebabkan penuaan dini, seperti mempercepat timbulnya kerutan dan bintik hitam, alergi kulit kronis, dan yang paling fatal, kerusakan pada DNA. Sinar UV A ini berpotensi dalam memicu kerusakan jangka panjang pada kulit kita. Ini dikarenakan sinar UV A memiliki gelombang yang lebih panjang dan dapat masuk kedalam jaringan dalam kulit. Sinar UV B juga berbahaya untuk kulit. Ini dikarenakan sinar UV B dapat memicu sensasi perih terbakar pada kulit. Salah satu ciri paparan berlebih sinar UV V adalah efek belang sekaligus gelap di kulit kita. Meski begitu, paparan dalam jangka waktu panjang dapat memicu beberapa reaksi seperti kulit terbakar, melepuh, hyperpigmentasi, kulit kering, mengelupas, bahkan kanker kulit. Nah, itulah dampak buruk polusi udara dan paparan sinar matahari terhadap tubuh, yang juga dapat mempengaruhi kondisi kulit. Setelah memahami hal tersebut, kamu jadi harus lebih berhati-hati ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *